Tampilkan postingan dengan label Untuk Hati Diri dan Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Hati Diri dan Jiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Postingan Malam...

Sudah ganti hari... terbangun tanggal 26/02 dan sekarang sudah 27/02. Kemarin setelah maghrib, entah kenapa saia dan suami terbungkus hawa ngantuk yang sangat. Habis maghrib! Jarang sekali kejadian kami ketiduran sehabis sholat maghrib...bahkan kalau diingat-ingat rasanya belum pernah. Baru kali ini. Ketiduran, benar2 tertidur tanpa niat, dan terlelap tanpa mendengar adzan isya.
Menjelang tengah malam, tanpa niat dan tanpa mendengar apa2 pula kami berdua terbangun. Setelah sholat isya dan makan (tengah) malam, suami tidur lagi, saia masih melek. Tergodalah untuk membuat postingan tengah malam. Alih-alih membuat artikel sendiri, ketika sedang mikir ide tulisan sambil liat2 website Prie GS, saia malah tergoda (lagi) untuk memosting satu tulisan Prie GS. Begitu menggugah. Dalam. Benar.

 

Paksaan Kebaikan

 

Kebaikan itu butuh dipaksakan. Kalau memang terpaksa itulah jalan satu-satunya. Jangankan yang menjalani keterpaksaan, bahkan yang memaksa pun tak kalah menderita. Saya pernah terpaksa dan pernah memaksa. Dan keduanya sama-sama tak enak rasanya.

Saya pernah berada dalan keadaan terpaksa. Terpaksa ikut orang, ikut saudara, ikut kerja paksa. Benar-benar kerja terpaksa karena pekerjaan lain sepertinya tak ada. Setiap pulang kerja seluruh kemalangan seperti tertimpa di kepala. Pekerjaan berat, tidak bergengsi, rendah bayarannya, panjang waktunya, singkat istirahatnya, galak mandornya. Pokoknya lengkap. Saking lengkapnya saya hanya kuat dua hari saja dan dengan gagah saya keluar tanpa mengambil upah (maksud saya gagah sambil nerana).

Saya pernah ikut saudara hanya agar bisa nebeng tidur dan makan. Rasanya tersiksa 24 jam nonstop. Tidur tidak tenang karena harus bangun tepat waktu, lapar tidak terpuaskan karena makan tak boleh kebanyakan. Maklum, meskipun saya miskin, saudara yang saya ikuti itu juga miskin. Sesama orang.miskin jadi sama-sama perasa.

Saya pernah bekerja dengan pekerjaan yang tidak saya sukai. Sungguh menderita setiap kali. Karena saya tak menyukai pekerjaannya, saya jadi tak menyukai orang-orang di sekitarnya. Maka ganda penderitaan saya. Tersiksa pekerjaan, tersiksa pergaulan. Tapi dari semua keterpaksaan yang menyiksa itu saya baru tahu, bahwa ia adalah manfaat penting di kelak kemudian.

Kini, baru jelas, ada apa di balik seluruh keterpaksaan yang menyiksa itu. Ia sejatinya adalah peletak landasan. Dua hari bekerja di pabrik yang saya sumpahi itu, ternyata adalah pondasi
saya dalam kerja bertahun- tahun di hari ini. Numpang hidup di tempat saudara yang menekan perasaan itu ternyata adalah dasar saya bergaul dengan manusia di hari ini. Tak ada yang sia-sia dari seluruh kerja paksa yang saya jalani selama ini.

Mengingat itu semua kini saya agak menega-negakan memaksa pihak lain untuk mengerjakan soal-soal yang mungkin tak mereka sukai. Bukan cuma tak enak tapi sering kali sungguh tak tega apalagi jika menyangkut orang-orang terdekat kita, anak misalnya. Melihat anak-anak menderita, setengah dari penderitaan saya saja, adalah pemandangan yang memilukan hati. Melihat anak-anak menderita adalah kelemahan orang tua, tak terkecuali saya. Tapi tega tak tega, rumus hidup itu jelas belaka. Ada tujuan hidup yang harus dicapai cuma dengan jerih payah tak peduli ia adalah anak-anak kita.

Sumber: http://www.priegs.com/article-150-paksaan-kebaikan.html
Semoga menginspirasi :)
See You on The TOP!

Selasa, 13 Desember 2011

Tulisan untuk Teman-teman PLS ku Tersayang, Angkatan 2007...

Untuk teman2 PLSku yg sedang mengupayakan yang terbaik bagi penyelesaian skripsinya..

Kawan, gimana kabar skripsinya? *pasti bete ditanya gitu,,atau ada yg seneng karena sudah mau kelar?heheee..alhamdulillah..

Tulisan ini sebenernya dibuat karena saia denger ada temen2 yg lagi galau sama skripsi. Kalau ada yg gak galau, alhamdulillah, semoga bisa maju sidang ya semester ini.. Tapi, tulisan ini saia tujukan buat kita semua kok, yg lagi berproses utk ngelarin skripsinya, kapanpun kelarnya... Yang masih jauh karena ada masalah, baca artikel ini kayaknya cocok. Yang udah mau kelar, mumpung belum kelar, baca artikel ini juga cocok^^

Ada yang mau saia sampaikan,,
Alhamdulillah saia tidak mengalami kesulitan yg berat dalam skripsi, sulit sih sulit, tapi biasa aja. Heheee. Hari ini, saia baru bisa ke lapangan untuk mendapatkan persetujuan resmi dari lembaga dimana saia akan meneliti. Dan bulan ini, saia baru akan fiksasi produk pengembangan saia. Bulan depan kemungkinan besar baru uji implementasi. Waktu pengujian produk paling tidak satu bulan, baru saia ambil data, baru deh bikin bab 4 dan 5...

Terus?? Kabarnya pendaftaran shp paling lambat hari jumat ini dengan syarat mengumpulkan sampai bab5. Nahlo? hehee,,
Ada yang panik, galau, kecewa, putus asa, tambah males, sedih, ngiri sama temen yg udah lebih maju progress skripsinya (ini ngiri yg bagus), dsb...
Kalo saia gimana? Sedih? Pastilah..
Kecewa? Gak, karena saia tau apa yang saia mau. Yang saia mau bukan skripsi yang cepat selesai, tapi skripsi yang selesai dgn hasil terbaik yang bisa kita berikan. Untuk PLS? Tentu skripsi yang bermanfaat untuk masyarakat.
Putus asa? Gak, karena saia tau kemampuan saia. Saia menyiapkan diri saia agar Maret 2012 bisa wisuda, tapi saia juga menyiapkan diri saia untuk siap mental jika ternyata belum memungkinkan untuk wisuda Maret 2012.
Panik?? Apa yang musti dipanikin? Semua jelas kok.. Tahapan skripsi itu ga ada yang gak jelas. Ga ada yang memburu kita. Kematian, rizki, jodoh, semua sudah pada tempatnya. Kalo blm bisa wisuda Maret 2012, apa ngaruhnya sama rizki, jodoh, dan kematian? (ini buat teman2 yg merasa kecewa banget karena ga lulus bulan Maret, karena berarti akan nambah biaya SPP satu semester, atau jadi tambah lama dapet kerjaan *padahal banyak juga temen kita yg udah punya kerjaan walaupun belum lulus*, padahal Allah senantiasa cinta sama mahasiswa yang cinta ilmu dan ikhlas belajar, atau yg pengen nikah jadi ga bisa nikah gitu kalo belom lulus?? *curcol, hahahahaa*)

Ada yang pernah bilang gini (bukan anak PLS yg bilang, jadi jgn pada su'udzon nebak2): "Ah, ulan mah emang betah di kampus, buktinya ampe berani pindah jurusan. Jadi mungkin ga masalah kalo lulusnya ketunda-tunda"
Hmm,,iya ya? Saia kok kayaknya seneng2 aja ya belom lulus? Abis saia seneng sih kuliah di PLS, dapet temennya yg asik2 kayak kalian.. #eeaaa
Tapi, saia ga ngerti, bosen itu kan kalo kita menjalani sesuatu yang ga kita suka. Lah, orang saia suka kok di PLS. Terus, kalo saia terlihat senang2 aja, apa berarti saia ga pengen cepet lulus?? REALLY STUPID PERSON yg berpikiran seperti itu. Saia pengen bangeeett luluuusss,,karena saia punya banyak alasan untuk segera lulus. Umur saia?? Uang yg orang tua saia keluarkan utk S1 8tahun?? Harusnya saia sudah S2, atau bahkan lagi S3, atau sudah nikah dan punya anak 3, atau sudah bisa ngasih uang tiap bulan ke orang tua, atau yg lain2nya yg bisa dilakukan anak seumuran saia. Tapi saia ingin menuju kelulusan dengan cara yg menyenangkan. Dan menyenangkan atau tidak kehidupan kita selama di kampus, tergantung kita sendiri kan?^^

Temen2ku, percaya deh, kalian masih lebih baik kondisinya. Jangan sampai masalah skripsi jadi bikin galau tak berkesudahan, bete, marah2, semangat idup ilang, sedih ga karuan, dan jadi lupa bersyukur, jadi lupa berdoa, jadi lupa kalo yang mengatur kehidupan kita adalah Allah SWT. Inget, sekacau2nya skripsi, kalian masih bisa kuliah. Sekacau2nya skripsi, di rumah kalian masih punya orang yg ga bosen 'ngingetin' kapan lulus. Karena ada dr kita yg udah ga punya ayah atau ibu utk menanyakan itu... So, kalau masalahnya orangtua.. kasian, atau malu, atau sedih ga (blm) bisa membahagiakan.. Well, pasti orang tua lebih seneng liat anaknya tetep kuat dan semangat walaupun belum bisa mencapai targetnya. Daripada ngeliat anaknya sedih, galau, semaput kayak pengen bunuh diri 'cuma' gara2 ganti judul, pindah tempat penelitian, dosen susah ditemuin, atau yg lain2. Kenapa saia bilang 'cuma'? Ya karena itu hal yg biasa terjadi pd saat skripsi.. Jutaan atau bahkan ratusan juta mahasiswa udah pernah ngerasain, bahkan jauh lebih buruk seperti skripsi dilempar ke mukanya atau dibuang ke tong sampah *cerita tahun 90-an*.. So, jangan pernah ngerasa jadi orang paling malang sedunia cuma gara2 wisuda yg (mungkin) akan ketunda satu semester lagi.

Dan jawaban apa yg saia kasih buat temen saia yg 'sangat2 terbuka dan gamblang kalo bicara' itu?? Saia bilang: "Saia lebih berani ambil resiko pindah jurusan, daripada menanggung gelar seumur hidup, yang gak bisa saia pertanggungjawabkan keilmuannya."
Artinya kawan, skripsi selesai cepet itu baik. Tapi skripsi berkualitas itu penting. Karena skripsi itu yg bakal keliatan seumur hidup di ruang publik. Bukan transkrip kita. Ga peduli apakah kita punya IP terbaik atau cum laude, atau terus-menerus di atas tiga. Ga da orang yg liat itu. Yg diliat dr kita adalah skripsi kita. Jadi, selesaikan skripsi sebaik-baiknya, dan secepat2nya, dengan sebaik2nya kondisi hati dan jiwa kita. Semuanya harus seimbang.

Skripsi itu ga ada yg mudah. Tapi kadang, yang membedakannya adalah dampak dari skripsi itu. Apakah dampak dari skripsi yg kita buat? Bermanfaatkah buat adik2 kelas kita? Dapat dijadikan rujukankah karena literaturnya komplit, tatanan penulisannya bisa dijadikan contoh, footnotenya rapih, metode yg dilakukan benar tanpa manipulasi data? Apakah skripsi kita memberi manfaat buat masyarakat mengingat kita Jurusan PLS? Atau kita cuma grasak-grusukin tempat penelitian kita dan cuma nambah kerjaan mereka?
So, yg bentar lagi skripsinya jadi, sebelum diserahkan, check lagi ya.. Takut2 ada yg kurang... Atau salah ketik, atau hal2 kecil dan remeh kayak footnote tp sering bikin kita pusing. Rangkailah kata2 yg bijak, keren dan ilmiah dalam bab 4 dan 5, karena itu menunjukkan kualitas keilmuan kita. Jangan pernah sekali2 kepikiran nyomot sana-sini dari skripsi orang lain. Karena ini kesempatan terakhir kita untuk menunjukkan kalo kita memang layak jadi sarjana. 

Terus, buatlah skripsi yang berkah buat semesta. Bukan cuma mikirin enaknya kita kalo lulus. Tapi bikin orang lain senang karena kita udah bikin skripsi yg bagus dan bermanfaat. Bikin orang tua kita senang bukan hanya karena udahan biayain kuliah kita, tapi karena anaknya seseorang yg bergelar dan bakalan berkarya di masyarakat. Dan karya pertama yg kita bawa setelah lulus, adalah skripsi kita kawan. Jadi, bikinlah skripsi semampu tanganmu menahan pegal untuk mengetik, semampu matamu perih karena menahan ngantuk, semampu otakmu menahan sakit karena berpikir, semampu printermu mencetak, sekosong2nya kantongmu mengeluarkan uang utk biaya kertas, dan se'bosan2'nya hati berdoa hal yang sama: "Ya Allah, permudahlah!"

Maka kawan, kalau sudah seperti itu, hasilnya pasti yg TERBAIK!! Dan terbaik itu, ga terkait dengan kapan selesainya, tapi kapan kita berusaha maksimal menyelesaikannya. Boleh jadi beberapa dari kita belum bisa diwisuda Maret 2012. Tapi saia yakin Allah akan menciptakan wisuda September 2012 yg lebih hebat buat kita (tentu wisuda Maret 2012 juga terhebat buat yg diwisuda bulan itu^^). Dan kawan, ada saatnya nanti, kita membayar semuanya. Semua usaha, kesabaran dan kegigihan kita. Ini kata temen saia yg dia sampe 6semester ngerjain skripsi: "Percaya deh lo, wisuda orang yg skripsinya abis2an, sama yg lancar2 aja, beda. Wisuda orang yg babak belur gara2 skripsi, pasti rasanya maniiiiissssss banget!! Berasa surga dunia ngelebihin ngeliat pilem porno" #aje gile ni orang, bandingin surga dunia ma BF! Padahal surga duniakan istri solehah,, *haseeekk

Jadi, intinya, yg merasa yakin bisa maju sidang semester ini.. AYOOO!!! Maju!! Temen2 yg lain butuh contoh dan panutan utk belajar kayak apa sih sidang itu?? Mudah2an tmn2 yg belum maju bisa mendapat motivasi, dan pembelajaran. Dan kalo udah kelar duluan, mudah2an bisa bantuin tmn2 yg belum kelar, hehehee... Saia mendukung dengan doa..^^
Yang yakin ga bisa maju semester ini.. AYOOO!!! Kerjain terus! Jangan ngaruh sama kepotong liburan semester baru, or yg lain2. Enak kan kalo kita ntar udah kelar di bulan Februari atau Maret. Walaupun ga bisa ikut wisuda Maret, kita masih punya banyak waktu utk ikutan toefl dan nyari kerja. Jadi sarjana tanpa ijazah dulu deh, heheheee...
Yang belum ngeyakinin apa2 alias masih galau, AYOOO!!! Pilih pilihan yg lain, yg menurut kamu lebih asik! Jangan ngeliat temen, jangan ngeliat si ini sampe mana y skripsinya, si itu kata dosennya ga bakal maju lo semester ini, dll. Ga usah mikirin orang lain. Pikirin pilihan kamu sendiri yg kamu sanggup jalanin. Karena apapun pilihan kamu, bukan orang lain yg seneng, bukan orang tua temen yg bahagia, bukan orang lain yg bakal sukses, kaya raya dan masuk surga. Tapi kamu!!
Mari pilih keputusan yg bisa kita pertanggungjawabkan dan bisa kita hadapi resikonya.. Oke?^^

Ngomong gampang? Emang gampang,,yang bikin sulit adalah pribadi kita yg selalu mengeluh hanya utk melampiaskan emosi. Bukan mengeluh utk mencari solusi. Lagian, so what gitu lo kalo ga lulus Maret 2012? Merenung utk intropeksi diri itu boleh2 aja. Saia sudah melakukannya, makanya bisa nulis kayak gini. Tapi kalo yg ga berani karena ga mau terjebak dalam kesedihan, mending maen yuk sama saia. Hati senang, skripsi lancar, hahahaa....wisuda tinggal taun depan.. *maret atau september, sama2 taun depan kan?*

Selamat menjalani hidup yang lebih menyenangkan dan jauh dari galau.. Karena kamu adalah penolong dirimu sendiri. Kamu adalah penentu kebahagiaan diri kamu sendiri^^

Love you all!!!

NB: Besok2 kalo ketemuan, temen2 PLS07 jangan ngomongin hal yg ga enak ya tentang skripsi... Apalagi ngomongin yg ga enak ttg skripsi orang. Seriously, ga da gunanya. Kalo mau ngomong ttg skripsi, yg enak2 aja. Atau kalo ada masalah, bisa di share, tp jgn nyari pembenaran kalo dikasih saran. Itu artinya, diri kamu sendiri yg membatasi diri. Just share, ngelepas kepenatan dan kalo bisa ceritain pengalaman bikin skripsi yg bikin kita rileks ketawa. Saling ngasih semangat. Everything is gonna be ok! Jadi pulang ke rumah, kita punya suasana hati yg senang, bukannya malah tambah galau. Dan jangan juga cerita2 kemajuan skripsi kita kalo ga diminta ma temen kita. Kondisi kayak gini, banyak yg sensitif. Khawatir temen kita yg denger ada yg malah ngebanding2in dirinya sama kita, dia jd tambah merana, tambah galau, sedangkan kita enak2an cerita tanpa memperhatikan kalo temen kita itu butuh bantuan kita..

Sabtu, 03 Desember 2011

Ungkapan Cinta yang Membuatku Takjub, Ada di Buku Ini...


Ini saia ambil dr buku di atas halaman 24-26:

Cinta butuh masa untuk bersemi indah dan membahagiakan. Ia tak datang sekejap mata. Sebagaimana bunga tidak mekar dalam waktu semalam. Kota Roma tidak dibangun dalam sehari. Cinta yang agung terus tumbuh selama kehidupan itu ada. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian bukanlah suatu yang sia-sia jika menyertainya dengan iman yang teguh.

Menunggu membutuhkan banyak hal seperti iman, keberanian dan pengharapan. Namun, pada akhirnya, fitrah (kesucian) selalu menjanjikan suatu hal yang tidak dapat seorangpun membayangkannya. Akhirnya, mungkin Allah dalam segala nikmatNya, meminta aku menunggu karena alasan yang penting ini.

Satu ungkapan Ar-Rumi tentang hub (cinta) yang membuat hatiku takjub:
Sesungguhnya tak mungkin pecinta mencari, tanpa dicari pula oleh kekasihnya. Apabila kilat cinta telah membakar hati ini, ketahuilah di hati telah bersemayam cinta penuh gelora. Apabila cinta Tuhan telah membara di relung hatimu, pastilah ia telah mencintaimu. Tiada suara tepuk tangan terdengar dari sebelah tangan. Hikmah Tuhan dalam takdir hukum yang menjadikan kita saling mencintai. Oleh karenanya, setiap bagian ini ada pasangannya. Di mata orang bijak, langit adalah laki-laki, dan bumi adalah wanita. Dan, bumi memupuk apa yang dijatuhkan langit. Apabila bumi kekurangan panas, maka langit mengirimnya. Apabila ia kekurangan embun dan kesegaran, maka langit memperbaruinya.

#melting syalala.. :D

Jumat, 07 Oktober 2011

Penderitaan itu sirna seketika.. ketika..

Kawan, seminggu terakhir ini,, kakek saia dari ibu sedang dikasih cobaan level usia senja.. yaitu infeksi saluran kencing.. karena kurang minum, gula tinggi, dan kualitas onderdil yg mungkin memang sudah waktunya..
Nah, karena kakek ini sebelumnya tidak pernah memliki riwayat sakit berat,, skalinya sakit seperti ini,,stressnya pun luar biasa.. begitu juga dgn anak2nya.. ibu dan om2 saia..
Sampai suatu hari karena mungkin kecapean mengurus administrasi ke rs.cibinong, pemeriksaan ini itu selama dua hari,,makannya juga pasti byk lewatnya,, ibu saia masuk angin, dan pencernaannya terganggu,.. sejak shubuh bolak-balik ke kamar mandi.. padahal paginya ibu punya niat untuk bawain sarapan buat om2 yg nungguin kakek di rumah sakit..
Akhirnya ibu minta tolong saia, tapi apa daya kawan, ternyata saia pun sedang tidak sehat seutuhnya.. Saia lagi kena penyakit cupu, yaitu sakit gigi.. gara2 malemnya,,ga tau kenapa saia tb2 jm3an melek,,terus buka tas, nyari permen, saia makan permennya dan tidur.. alhasil tu permen masih ada sampe pagi dimulut..(iyalah, orang didiemin aja, gak diemut), jadilah saia sakit gigi.. *padahal saia sudah sikat gigi sebelum tidur,,jadi gak mempan kalo di tengah tidur kita makan sesuatu tnp sadar..* --jangan ditiru ya kawan--
Akhirnya, setelah lobbying yg alot, kami berdua sepakat utk pergi berdua,,walaupun lg sama2 menderita..
Sampe rs, ternyata kakek lagi nunggu mau di usg.. kasiaaann sekali mukanya,,kayaknya menderita banget kawan,,kayaknya sakiit banget,, seketika itulah sakit gigi saia sirna.. karena ngeliat kakek yg kayaknya lebih menderita.. entah sakit gigi saia itu sirna beneran, atau cuma karena permainan sugesti pikiran saia yg lagi shock abis ngeliat kakek yg segitunya ngeringis nahan sakit..
kakek sudah menggunakan kateter,,jadi duduk pun nyari posisi yg pewe,, ini kakek lagi makan roti,, *kakek saia susah banget disuruh makan nasi kalo sakit,,doyannya roti,,heheee..jarang2 ya kakek2 suka roti,,ala Belanda sekali..* --saia ga tega upload muka kakek yg lagi meringis..doakan kakek saia cepat sembuh ya kawan--
Ternyata ibupun mengalami hal yang sama,, begitu sampe rs,,seharian..belum pernah sekalipun ke kamar mandi lagi.. Yaph! Semua penderitaan sirna seketika kawan, ketika kita melihat orang lain yang penderitaannya jauh di atas kita.. Dan memang itu yg harusnya selalu saia (dan kita) ingat, bahwa kalau kita sedang merasa menderita, tidak nyaman, atau sengsara, maka carilah segera alasan untuk bersyukur,,.. Bersyukur bahwa kondisi kita tidak separah kondisi orang lain yang begini dan begitu.. Tapi kawan, jangan jadikan orang lain hanya sebagai objek pembanding saja utk keuntungan pribadi.. Jangan lupa doakan juga mereka supaya segera lepas dari penderitaannya.. oke? ^__________^ *senyumaniiiss*

cat: buat kakek,,semoga Allah cepat mengangkat penyakit kakek ya..^^ makasih di saat sakit masih mengizinkan cucunya utk ambil foto.. *pelukhangatbuatkakek*

Senin, 03 Oktober 2011

Jadi wanita paling sholehah di dunia?? Bentuk konkrit nih tentang iman terhadap takdir...

Hari ini,,saia chating dengan orang yang menarik..apa aja tentang beliau menarik menurut saia.. sebut saja orang ini Kakak Keren. Setelah sekian lama tidak berinteraksi dengan beliau, saia berhasil menyambung silaturahim lagi lewat fb-nya. Beliau dan keluarga kecilnya yg baru sedang tidak di Indonesia. Jadi, beruntung banget rasanya ketika tadi pagi beliau menyapa saia di chatingan facebook.. #pasti bakal ada yg seru..pasti bakal ada yg seru!!! --kata hati saia bgitu, bener deh,, gak boong.. kan kata hati saia, cuma saia ma Allah yg tau,, jadi situ ga boleh bilang boong..-- *sapa juga yg mau bilang boong sih??

Chatingan yg tidak sampai satu jam itu berbuah banyak pencerahan.. berikut saia tulis penggalan chat saia,,tentu tidak semua,, dan ada beberapa kata sudah disesuaikan karena berkenaan dgn hal yg sifatnya privasi..

ini sudah pertengahan chat..
KK: sebetulnya masalah utamanya sederhana... komunikasi
semua masalah bisa selesai, slm kita beriman
WP: iya,,ya.. *jadi mikir*
bisa jadi kita gak sadar kalo keimanan di hati kita menipis..
dan dipenuhi oleh yg selain iman,,
KK: inti keimanan adl komunikasi
komunikasi dpt meningkatkan memperbaiki keimanan
iblis tdk beriman, krn tdk mau komunikasi baik2 dg allah dan adam
WP: hmm,,menutup komunikasi,,selain dosa memutus silaturahim,,berarti juga menutup peluang perbaikan iman?
KK: iya
WP: perbaikan apa yg diyakini ya..
KK: komunikasi itu ada 3, interpersonal, intrapersonal, dan suprapersonal
WP: suprapersonal masih asing di saia.. apa itu?
KK: komunikasi dg tuhan. sy jg menyadari punya banyak kekurangan dlm komunikasi. sy akan perbaiki
WP: tapi,,ada gak orang yang suprapersonal nya baik (sholat dan tilawahnya baik) tapi ternyata interpersonalnya tdk baik? dimana yg salah kalo bgitu?
KK: tdk ada. klo supra nya baik, pasti inter dan intranya jg baik. tp sy pikir ketiganya jg bisa setara. klo inter nya baik, pasti akan berdampak pd intra dan supra. klo intranya baik, berdampak baik pd inter dan supra

bla..bla..bla..sampai akhirnya kami pindah topik..

WP: menurut kakak, istri kakak bahagia gak nikah sama kakak?
KK: kayaknya ga.. maksudnya belum
WP: hakakakakkk!!
KK: butuh proses, termasuk sy jg butuh proses
WP: betul2.. ckck,,masih merasa "masa sih?" padahal dulu banyak lo yang merasa yakin kalo menikah sama kakak bakal bahagia.. heheee
KK: hah? masak sih
WP: deh, dia nanya balik..
seperti kakak bisa melihat ketegangan hubungan antara saia dan 'x'
begitu pula saia bisa melihat aura wanita2 di sekeliling kakak...hahahaa
KK: iya, lucu jg, waktu itu
terkesan wulan dan 'x' lg rebutan'y'
WP: hakakakaakk,,itu bukan lagi rebutan,,,'x' nya aja yang gak tau 'y' sudah milih saia (loh??pede bener saia)
KK: tapi waktu lah yg akan mendewasakan diri kita
makanya seringkali kita tertawa melihat perbuatan bahkan tulisan kita di masa lalu
*blablabla*? -sensor-
*blablabla* -sensor lagi-
WP: hahahhahaa!!! terimakasih kakak..
KK: tp syaratnya harus sportif. menikah itu kayak melamar kerja. kerja dari allah
menikah itu menjemput amanah
dan aminah
atau amin
perasaan itu harus dipastikan, dipositiviskan, dikuantifikasikan, diuji..
WP: wooo...iya,,tnp saia harus bercerita byk,,saia bisa bilang perasaan saia sudah byk diuji,,bahkan oleh orangnya sendiri..begitu juga oleh orang tua dan lingkungan
KK: wulan jg harus siap
WP: siap apa kak?
KK: siap beriman
keimanan yg paling mudah adl keimanan pd allah.. yg palng sulit adl iman pd qada dan qadar atw takdir
WP: korelasinya?
KK: klo diterima, wulan harus siap jd wanita paling sholeh di dunia
klo perlu sepanjang sejarah peradaban manusia
klo ditolak, wulan jg harus siap jd wanita paling sholeh di dunia
WP: haaahh???? *syok*
saia mencoba untuk yakin dengan apa yang terbaik buat saia dari Allah.. *ngomong sih gampang ya saia sekarang,,tapi ga tau deh kalo kejadian ditolak,,saia belum pernah merasakan patah hati..
tapi jadi wanita paling sholeh sedunia,,sepertinya ide yang bagus..
KK: itu namanya iman pd takdir
berat
gondok, jengkel, sakit hati dll
malu
malu2in
dll
butuh energi besar untuk menetralisir
WP: iya ya..iman pada takdir,,adalah ketika bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik di mata Allah,,setelah takdir itu terjadi..
ga peduli itu takdir baik atau buruk
kenapa iman kepada takdirnya Allah lebih sulit dari pada sama Allah-nya?
KK: krn harus bentrok dg realitas

Begitulah kawan,,akhirnya,,saia punya byk peer..
Intinya,,iman itu emang harus diuji,,ada ujiannya buat naik level.. Apalagi iman terhadap takdir.. Emang gampang bilang: "jalanin ajalah,,mengalir ajalah, saia yakin Allah memberikan yg terbaik.."
Emang bener Allah bakal memberikan yg terbaik, tapi mudah gak bagi kita utk menerima kalau itu gak sama dgn apa yg kita pengenin? kalo ga sesuai,,biasanya ada perasaan ga terima dulu,, ada perasaan berat dulu,, ada perasaan gak suka dulu,, ada perasaan kecewa dulu,, ada perasaan terpaksa dulu,, dan seperti kata kakak saia di atas..butuh energi besar utk menetralisir.
So,,buat kawan2 yg sekarang sedang menjalani aktivitas kemanusiaan (aktivitas yg manusiawi gitu maksudnya), kaya kuliah, berhubungan persahabatan, berhubungan spesial, bekerja, pastikan kita selalu bersyukur sama Allah kalo dapet sesuatu yg dipengenin.. pastikan kita gak berkhianat.. pastikan jalani dgn optimal,, karena begitu byk orang2 yg sedang diuji keimanannya terhadap takdir, dengan diberikan oleh Allah apa yg bukan didoakannya.

Peer saia sekarang: memantaskan diri utk apa yg saia mohon2kan,, utk apa yg saia doakan..